Showing posts with label instalasi. Show all posts
Showing posts with label instalasi. Show all posts

Instalasi Mandrake Linux 9.2

Unknown | 3:55:00 PM | 0 komentar
Instalasi Mandrake Linux 9.2
Konfigurasi komputer yang dibutuhkan
1. Prosesor Pentium atau yang kompatibel
2. CDROM drive
3. RAM paling tidak sebanyak 32 MB, atau disarankan 64 MB
Untuk melakukan instalasikan Mandrake Linux 9.2, ada beberapa metode yang umumnya
digunakan yaitu:

1. Boot Langsung dari cd
CD installer Mandrake Linux 9.2 adalah CD Bootable sehingga untuk menginstall
anda tinggal menyeting boot sequence pada Bios untuk memboot dari CDRom.
Kemudian anda tinggal memasukkan cd installasi ke CD-ROM dan merestart komputer.
2. Membuat disket boot dari Windows
Bila komputer anda tidak mendukung booting dari cd rom maka anda harus membuat
disket boot,untuk membuat boot disk pada windows langkah-langkahnya adalah sbb:
� Masukkan cd installer ke cd rom kemudian buka �My Computer�.klik kanan pada cd-rom dan pilih open.
� Masuk ke folder �dosutils� klik ganda pada icon �rawwritewin�.
� Masukkan disket ke floppy drive
� Pilih �E:\images\cdrom.img� pada kolom �image file�(drive �E:� diasumsikan sebagai cdrom,sesuaikan dengan komputer anda)
� Pilih �A:� pada kolom �Floppy Drive� Lalu klik write.

Untuk memulai installasi pada kedua option diatas masukkan cd installasi pada cd rom dan boot disk jika komputer anda tidak support boot dari cd rom langsung kemudian restart Komputer
Kemudian anda akan dihadapkan pada layar Installasi Linux seperti gambar dibawah ini:
clip_image002
Untuk memulai menginstall anda bisa langsung menekan enter atau F1 untu opsi bantu yang ada.
clip_image004
Untuk installasi kali ini kita akan bahas metode installasi grafis untuk mudahnya anda tinggal tekan enter.

Tahap Pertama
Pada tahap pertama installasi anda akan diminta memilih bahasa yang akan digunakan pada saat installasi.dalam mandrake 9.2 dan distro lainnya sudah mendukung bahasa indonesia.Tetapi untuk lebih memudahkan kita memilih English(American).
clip_image006

Licence terms Of The Distribution
Setelah melakukan pemilihan bahasa and akan di hadapkan pada Licence Terms Of the
Distribution untuk melanjutkan installasi anda harus memilih Accept dan jika anda
memilih Refuse maka proses installasi akan digagalkan dan komputer akan
direstart.Untuk melanjutkan anda tinggal memilih Accept lalu Next
clip_image008
Konfigurasi Mouse
Pada tahap ini anda dapat memilih type mouse yang di gunakan pada komputer
anda.Mandrake Linux mendukung periferal mouse dengan interface PS2,USB dsb.Untuk
mengkonfigurasi anda tinggal mengklik jenis mouse yang sesuai dengan mouse yang
anda gunakan lalu pilih Next.
clip_image010



Jenis Installasi
Untuk jenis installasi di bedakan menjadi dua :
1. Upgrade
Pilihan ini and pilih jika sebelumnya anda telah memiliki/menginstall Mandrake
Linux Versi sebelumnya baik:7.0,7.1,8.0,8.1,8.2,9.0,9.1 sebaiknya anda membackup
terlebih dahulu sistem anda sebelum memilih opsi ini.
2. Install
Opsi ini dipilih jika anda belum pernah menginstallkan Linux Versi sebelumnya.Atau
baru pertama kali manginstallkan Linux ke computer
clip_image012
Konfigurasi Keyboard
Pada bagian ini anda akan dihadapkan pada layar pemilihan keyboard yang anda gunakan.Biasanya keyboard yang digunakan adalah US Keyboard,jadi pada bagian ini
anda tinggal melakukan next
clip_image014
Security Level
Pada bagian ini anda dihadapkan pada menu pemilihan tingkat keamanan pada pc
anda.Semakin tinggi security yang anda pilih maka tingkat keamanan data akan semakin
baik.Jika anda kurang begitu mengerti pada bagian ini sebaiknya anda memilih pilihan
default yaitu standard kemudian pilih next untuk melanjutkan.
clip_image016
Pada kolom security administrator or login menginformasikan kepada user yang
bertanggung jawab terhadap keamanan PC/jaringan dan dapat menghubungi ke alamat
yang tercantum disitu.

Pemilihan Partisi Hard Drive
Pada bagian ini kita akan memilih jenis partisi yang akan digunakan untuk menyimpan
file system Linux Mandrake 9.2.
clip_image018
Pada bagian ini terdapat empat pilihan jenis partisi yang akan digunakan yaitu:
1. Use exiting partitions
Pilihan ini dugunakan jika sebelumnya anda pernah menginstallkan Mandrake
Linux,distro lainnya atau telah mempartisi harddisk anda dengan file system
linux,baik dengan partition magic atau tools sejenisnya.
2. Erase entire disk
Pilihan ini memberikan alternatif pemformatan harddisk secara menyeluruh,Jika anda
memiliki sistem operasi/pertisi lain yang masih ingin digunakan anda jangan memilih
opsi ini.Pilihan ini baik digunakan apabila anda ingin menginstallkan linux sebagai
satu-satunya operating system pada harddisk tersebut.
3. Use the free space of the windows partition
Jika sebelumnya anda memiliki operating system windows pilihan ini memberikan
alternatif untuk menginstallkan Linux dengan cara mengambil space/rauang kosong
pada partisi windows anda.Dalam pilihan ini juga terdapat sub pilihan lainnya yaitu
Resize Delete.
4. Custom disk partitioning
Pada pilihan ini anda dapat menentukan jenis partisi yang anda gunakan sesuai
dengan keinginan anda(manual).anda bisa merisize,menghapus dan mempartisi secara
otomatis.sebaiknya anda memilih opsi ini.Dan lakukan langkah-langkah sbb:
Pilih Partisi Windows yang berwarna biru dengan mengklik partisi tersebut<dengan
catatan partisi tersebut telah anda pindahkan data-datanya/backup>kemudian pilih
delete,setelah anda delete kemudian pilih auto allocate dan pilih done
Memformat Partisi
clip_image020
Setelah sukses membuat partisi pada bagian ini anda akan melakukan proses
pemformatan harddisk/partisi.anda tinggal memilih next untuk melanjutkan.

Pemilihan Peket Installasi
Pemilihan paket installasi secara group
Pada bagian ini anda akan melakukan pemilihan paket installasi berdasarkan group
untuk memilih anda tinggal memilih checlist pada group yang ingin anda installkan.
clip_image022
Pemilihan paket installasi secara individual
Anda juga bisa melakukan pemilihan paket yang akan diinstall berdasarkan jenis
aplikasi/program dengan memilih checklist Individual package selection.Dan
kemudian akan di hadirkan menu baru seperti gambar di bawah ini,untuk
melanjutkan anda tinggal memilih next.
clip_image024
clip_image026
Setelah anda memlilih next maka proses installasi akan dilakukan,kemudian setelah
menginstallkan paket yang terdapat pada cd pertama,komputer akan meminta cd
berikutnya. And tinggal ganti cd nya dan klik ok
Setting Password Root
clip_image028
Ini adalah bagian terpenting dalam sistem operasi Linux karena pada bagian ini kita akan
menentukan password utama dalam sistem operasi Linux.dan bagian ini juga yang
menentukan tingkat keamanan linux.Anda tinggal mengisikan password dan kemudian anda pilih next.






Menambahkan User
Untuk menambahkan user yang akan menggunakan sistem,anda tinggal mengisikan
informasi tentang user pada kolom yang tersedia,dan juga passwordnya.
clip_image030
Anda juga bisa menentukan apakah linux mandrake yang diinstall akan melakukan auto
login dengan user yang telah anda tentukan, jika anda tidak menginginkan auto login
anda tinggal menghilangkan ceck yang ada.Kemudian Next
clip_image032


Install Bootloader
Bootloader memungkinkan anda untuk menginstallkannya pada harddisk,First boot
sector (MBR),First sector of the root partition,bisa juga pada floppy disk.Fungsi dari
bootloader adalah untuk menghidupkan atau menjalankan sistem opersi,dalam hal ini
adalah Linux Mandrake 9.2.
clip_image034
Ringkasan Seting Installasi
Bagian ini berisi rangkuman setting yang telah anda lakukan,untuk mengkonfigurasi
ulang anda tinggal pilih configure.Jika telah sesuai,lanjutkan dengan memilih tombol
next.
clip_image036

Melakukan Update dari Internet
clip_image038
Dalam tahap ini anda bisa melakukan update dari internet,tapi untuk baiknya anda pilih
dahulu no karena kita belum memerlukannya,kemudian pilih Next.
Selesai Installasi
clip_image040
Jika anda sudah dihadapkan dengan gambar seperti diatas berarti proses installasi telah
selesai.Untuk menyelesaikan installasi anda tinggal pilih reboot.
Tip..
Pada bagian Advanced ada beberapa 2 buah menu spesial:

Generate auto-install floppy:
Untuk membuat disket installasi yang akan secara otomatis melakukan setting bahasa
dan sebagainya seperti yang telah kita lakukan sebelumnya,tanpa pengawasan/dalam
hal ini kita tidak mengkonfigurasi lagi,jika kita menginstallkan linux mandrake pada
komputer lainnya.
Ada dua opsi berbeda setelah anda memilih Generate auto install:
� Replay. Mengulangi installasi .
� Automated. Installasi Otomatis secara penuh: harddisk ditulis ulang dan data anda akan hilang.
This feature is very handy when installing a number of similar machines. See the Auto
install section on our web site for more information.

Save packages selection:
Menyimpan daftar paket yang telah diinstall pada komputer anda. Untuk melakukan
installasi pada komputer lainnya masukkan disket dan mulai installasi. Pada
prompt,tekan F1,dan ketikkan Linux defcfg=�floppy� .

Uninstall Linux.
Untuk meng-uninstalll linux ada dua tahap yang harus dilakukan:
1. Hapus partisi Linux,untuk menghapus partisi linux,anda bisa menggunakan tool
Partition Magic,atau menggunakan cd linux,dan hapus dan rubah file sistemnya ke
fat/Ntfs jika anda akan menggunakan Windows.
2. Menghapus Bootloader(LILO),dengan menggunakan dos gunakan fdisk/mbr(jika
bootloader anda terdapat pada harddisk),jika Boot loader Linux disimpan pada
Floppy maka tahap ini tidak perlu dilakukan.

Instalasi RedHat Linux 5.1

Unknown | 3:44:00 PM | 0 komentar
 
Instalasi RedHat Linux 5.1
Persiapan
RedHat Linux merupakan salah satu distribusi yang memiliki program instalasi yang sangat baik sehingga instalasi dapat dilakukan secara otomatis. User hanya perlu memasukkan informasi mengenai sistem yang dimiliki dan sisanya akan dikerjakan oleh program instalasi tersebut. Oleh karena itu sebelum melakukan instalasi sebaiknya mengumpulkan dulu dokumentasi mengenai semua hardware yang dimiliki, kalau perlu siapkan buku manual komputer.

Periksa apakah semua hardware komputer memang tercantum dalam daftar Hardware-HOWTO atau RedHat Compatibility List bila ada hardware yang tidak tercantum, catat dan tanyakan ke forum Mailing List Linux mungkin ada orang lain yang mempunyai masalah sama tapi berhasil menangani masalah hardware tersebut.
Membuat Disket Boot dan Supplemental
Bila instalasi RedHat Linux direncanakan melalui NFS, hard disk, FTP, SMB atau PCMCIA maka disket boot dan supplemental ini harus disiapkan lebih dahulu. Untuk itu diperlukan dua buah disket 3.5 inci high-density (1.44MB) yang telah di format. Beri label pada disket tersebut, masing-masing RedHat Boot Disk dan RedHat Supplemental Disk.
Untuk membuat kedua disket itu dari MS-DOS, jalankan program rawrite.exe yang terdapat pada cd RedHat:
d:
cd \images
\dosutils\rawrite
rawrite akan menanyakan nama disk image. Masukkan disket RedHat Boot Disk di drive A:, ketik boot.img dan tekan Enter. Selesai, disket RedHat Boot Disk bisa dikeluarkan dari drive A:
Setelah selesai jalankan lagi rawrite.exe. Masukkan disket ke Supplemental di drive A:, ketik supp.img dan tekan Enter. Selesai.
Untuk membuat kedua disket itu dari sistem Linux, dapat digunakan program utilitas dd. Mount dulu cd RedHat kemudian pindah ke direktori images di CD-ROM. Gunakan perintah ini untuk membuat RedHat Boot Disk:
dd if=boot.img of=/dev/fd0 bs=1440k
Kemudian untuk RedHat Supplemental Disk dibuat dengan perintah:
dd if=supp.img of=/dev/fd0 bs=1440k
Instalasi Tanpa Menggunakan Disket Boot
Bila ada MS-DOS di dalam komputer, instalasi dapat langsung dilakukan tanpa bantuan disket boot. Program instalasi RedHat dapat langsung di jalankan dari prompt MS-DOS:
d:
cd \dosutils
autoboot.bat
Catatan: Distribusi terbaru RedHat kabarnya malah bisa langsung boot dari CD-ROM begitu cd tersebut dimasukkan dalam cd drive komputer.
Virtual Console
Saat instalasi berlangsung, user tidak hanya bisa melihat kotak dialog yang menuntun proses instalasi tapi bagi user yang sudah berpengalaman juga dapat melihat proses diagnostik dan jalannya proses dengan memanfaatkan virtual console. Lima buah virtual console yang tersedia dapat membantu mengatasi masalah saat instalasi, yaitu:
Console 1 menampilkan kotak dialog
Console 2 menampilkan prompt shell
Console 3 menampilkan pesan-pesan instalasi program (install log)
Console 4 menampilkan pesan-pesan kernel dan sistem program lainnya (system log)
Console 5 menampilkan pesan-pesan lainnya
Untuk berpindah-pindah console dapat dilakukan dengan menekan tombol Alt+F1, Alt+F2 .... Alt+F5. Tidak perlu harus mengetahui pesan-pesan di console lain karena instalasi di console 1 sudah lebih dari cukup.
Instalasi dari CD-ROM
Instalasi yang paling mudah adalah melalui distribusi CD-ROM RedHat 5.1 walapun cara lain seperti melalui hard disk, NFS, FTP dan lain-lain tidak juga terlalu sulit. Saya hanya menuliskan langkah-langkah instalasi melalui CD-ROM saja.
Booting
Dapat dilakukan melalui boot disk yang telah dibuat sebelumnya atau melalui MS-DOS dengan program autoboot.. Bila memilih melakukan boot dari disk boot , masukkan disket tersebut dan boot komputer. Beberapa saat kernel akan memeriksa hardware, bila tidak ada masalah akan di tampilkan boot: prompt. Tekan Enter begitu prompt tersebut muncul. Parameter bisa ditambahkan bila hardware tidak terdeteksi, misalnya:
boot: linux hdc=cdrom
Bila melalui MS-DOS, masuk ke direktori d:\dosutils disitu ada batch file, autoboot.bat yang bisa langsung di jalankan.
Program Instalasi
Kotak dialog pertama kali yang muncul setelah program diatas dijalankan adalah kotak selamat datang dari Red Hat, kemudian pilihan monitor, berwarna atau tidak.
Kotak dialog selanjutnya adalah pilihan keyboard, gunakan tanda panah atau tombol TAB untuk bergerak.
clip_image001
Selanjutnya adalah kotak dialog pilihan metode instalasi yang akan dipakai, pilihan pertama Local CDROM dan yang lain NFS, Hard disk, FTP serta SMB. Untuk kali ini pilihan metode instalasinya adalah dari CDROM (untuk yang lain mungkin di lain waktu akan saya coba juga).
clip_image002
Program instalasi akan menanyakan apa jenis CD-ROM drive. Kebanyakan CD-ROM drive untuk home PC adalah IDE/ATAPI. Bila jenisnya SCSI CD-ROM drive selanjutnya program menanyakan jenis adapter SCSI-nya. Bila CD-ROM drive bukan termasuk keduanya, pilih other dan driver untuk CD-ROM tersebut.
Setelah semua informasi benar di masukkan, program menanyakan apakah akan menginstalasi sistem baru atau upgrade. Pilihan upgrade hanya bisa dilakukan bila versi lama dari RedHat Linux yang berbasis RPM telah ada dalam komputer.
clip_image003
Bila yang di pilih Install, program secara otomatis akan menjalankan program utilitas fips atau disk druid yang akan menyusun partisi-partisi hard disk.
Partisi Hard Disk
PERHATIAN: Terutama bagi mereka yang akan berbagi partisi dengan sistem lain (Windows95, OS/2 dll). Kesalahan mempartisi hard disk dapat menghapus seluruh sistem dan isi hard disk oleh karena itu lakukan bagian ini dengan hati-hati, bila perlu backup dulu sistem yang ada. (Sepertinya ini peringatan untuk hati-hati yang kesekian kali dan saya harap Anda tidak berpikir Linux sangat tidak aman dan susah di instalasi. Peringatan-peringatan tersebut hanya untuk membuat kita lebih teliti dalam bekerja dan cermat membaca petunjuk instalasi)
Perintah-perintah yang di gunakan dalam program partisi fdisk adalah:
m, untuk menampilkan seluruh perintah yang tersedia berikut penjelasannya/help.
p, untuk menampilkan tabel partisi hard disk.
n, membuat partisi baru.
t, mengeset atau merubah tipe partisi.
l, menampilkan daftar tipe-tipe partisi berikut nomor ID masing-masing.
w, menyimpan semua perubahan yang telah dilakukan.
Sebelum mulai, selalu periksa informasi partisi hard disk saat itu dengan perintah p. Sedikitnya diperlukan dua buah partisi untuk Linux, yaitu partisi untuk root dan swap tapi bila spasi hard disk tidak membatasi bisa di buat beberapa partisi lain.
Partisi dibuat dengan perintah n dan kemudian bisa dipilih e untuk partisi extended dan p untuk partisi primer. Pilih p untuk pertama kali ini. Berikutnya adalah menentukan silinder awal dan besar partisinya, misalanya untuk partisi ini diinginkan besarnya 500MB maka masukkan +500M. Sampai disini, partisi Linux native yang pertama sudah terbentuk.
Selanjutnya adalah membuat partisi swap. Partisi ini digunakan sebagai penampung informasi yang sedang tidak digunakan oleh RAM, tujuannya agar RAM tetap memiliki ruangan yang kosong untuk menerima informasi baru. Beberapa orang berpendapat partisi ini harus diberikan sedikitnya 32MB saat menjalankan X Window atau sedikitnya 2 kali jumlah RAM. Tapi beberapa orang yang memiliki RAM lebih dari 64MB melaporkan sistem mereka dapat bekerja dengan baik walaupun tanpa partisi swap.
Membuat partisi swap sama halnya dengan diatas, dengan perintah n, pilih p dan tentukan silender awal serta besarnya partisi swap tersebut. Untuk partisi swap, tipe partisinya harus dirubah dengan perintah t dan masukkan kode hex 82 untuk partisi ini.
Bila ruang hard disk masih tersisa ulangi pembuatan partisi yang lain. Kita di ijinkan membuat hingga empat buah partisi primer dalam sebuah hard disk, setelah itu hanya dapat di buat partisi extended di masing-masing partisi primer.
Setelah semua partisi di buat, tekan w untuk menyimpannya dan akan kembali ke program instalasi. Selanjutnya partisi swap baru di buat akan di format supaya bisa di gunakan untuk Linux. Bila ada partisi sistem lain, misalnya Windows95, kita diberi kesempatan untuk memberikan nama mount point ke partisi tersebut agar nanti Linux bisa membaca partisi tersebut. Tombol Edit dapat digunakan untuk merubah mount point masing-masing partisi.
clip_image004
Instalasi Paket Program
Instalasi paket program adalah tahap berikutnya dari rangkaian tahap instalasi RedHat Linux. Instalasi paket program juga akan dipandu dengan baik, pertama kali akan ditampilkan kotak dialog yang menampilkan komponen program yang telah dikelompokkan secara rapi oleh RedHat. Tapi kita bisa memilih paket-paket program apa yang ingin di instalasi dengan mengaktifkan(memberi tanda *) pada pilihan Select individual packages.
clip_image005
Kadang-kadang, program tertentu tergantung pada program lain supaya dapat bekerja dengan baik. Hal ini disebut dependency dan ini sering terjadi bila user yang tidak berpengalaman memilih Select individual packages dan menentukan sendiri paket program yang ingin di instalasi. Tapi tidak perlu khawatir, bila program instalasi mendeteksi adanya paket program tidak dipilih padahal dibutuhkan oleh paket program lain maka secara otomatis program instalasi akan menunjukkan paket-paket program yang harus di instalasi.
clip_image006
Format, Instalasi dan Menunggu
Tugas selanjutnya biarlah dikerjakan oleh program instalasi, memformat semua partisi dan menginstalasi paket program yang telah ditentukan. Pekerjaan ini akan memakan waktu sedikit lama dan yang dapat kita lakukan saat itu adalah hanya menunggu. Siapkan saja minuman dan kudapan secukupnya karena menunggu selama kurang lebih 30 menit bisa sangat membosankan bila tidak dilewati sambil menikmati minuman dan kudapan favorit.
Bila tidak ada masalah, waktu menunggu akan berakhir dengan tampilan kotak dialog selanjutnya, yaitu Konfigurasi Alat seperti mouse, video, monitor, kartu ethernet dan printer.
Konfigurasi Alat
Mouse
Setelah memformat seluruh partisi dan menginstalasi semua paket program, selanjutnya secara otomatis program instalasi akan mendeteksi kehadiran mouse berikut port di mana mouse tersebut dihubungkan.
Video Card dan Video Monitor
Bila saat instalasi paket program kita memilih X Window System, maka program instalasi akan menjalankan Xconfigurator. Pertama, akan ditanyakan informasi mengenai kartu video bila kartu video yang kita miliki tidak ada dalam daftar yang di berikan, cobalah pilih unlisted card. Kedua, Xconfigurator akan memberi daftar pilihan monitor atu pilih saja custom bila monitor milik kita tidak ada dalam daftar.
Selanjutnya adalah pilihan modus video. Pilih modus video yang ingin di jalankan tapi perhatikan jumlah memori video yang dimiliki, untuk 1MB video memori tidak cukup baik menjalankan modus 32.
Semua informasi di atas akan ditulis dalam file /etc/X11/XF86Config.
Networking
Bila komputer tidak di rencanakan untuk di hubungkan dengan mesin lain dalam suatu jaringan, pilih saja No. Bila dipilih Yes, kita harus memasukkanIP address, netmask, default gateway dan nameserver primer serta domain name, hostname dan nameserver tambahan lainnya.
Printer
Konfigurasi printer bisa di lewati dan di setup di lain waktu. Koneksi printer dapat dipilih: Local, Remote atau LAN-Manager. Kemudian ditanyakan nama queue, direktori spool, merek dan modelnya, ukuran kertas yang dipakai serta kedalaman warna bila printernya berwarna.
Untuk local printer harus diberikan nama port dimana printer tersebut dihubungkan. Untuk remote printer memerlukan IP address host serta nama queue di remote host. Sedangkan untuk printer LAN-Manger memerlukan nama host, IP number host, nama printer, username yang akan menggunakan printer dan password-nya.
Clock
Program instalasi juga akan menanyakan time zone dimana kita berada dan mengeset CMOS clock komputer. Bila clock diset untuk waktu lokal, Linux maupun sistem operasi lain (seperti Windows95) akan menggunakan clock tersebut. Bila diset menggunakan GMT atau UTC, Linux akan mengikuti perubahan itu tapi Windows95 tidak.
Password
Isian password muncul setelah seting clock. Password ini adalah password root dan digunakan untuk melindungi sistem. Perlu dua kali memasukkan password dengan benar, password sedikitnya enam karakter atau angka dan dapat berupa huruf besar atau kecil, atau campuran diantara itu semua. Password sebaiknya tidak mudah ditebak orang lain dan jangan melupakan password ini karena sistem tidak akan bisa dibuka tanpa password.
Kotak dialog berikutnya adalah Instalasi LILO, Linux Loader.
Instalasi LILO
Setelah mengeset password, selesai sudah instalasi RedHat Linux. Bisa dilanjutkan dengan menginstalasi LILO jika dikendaki. Kotak dialog LILO menanyakan di mana LILO akan di instalasi. Pilih dimana LILO akan diletakkan atau Skip saja bila tidak ingin menginstalasinya. Cobalah dengan memilih MBR.
clip_image007
Setelah menekan Ok, program instalasi akan mereboot sistem, tunggu beberapa detik. Pada beberapa komputer ada kalanya BIOS melaporkan adanya penulisan di MBR, pilih saja Ok atau expected (karena memang kita sengaja menuliskan informasi LILO di MBR).
Prompt boot: menandakan LILO telah dimuat tekan Enter atau biarkan beberapa saat , LILO akan meload kernel Linux (defaultnya, LILO akan meload Linux). Ketikan root pada prompt login: dan isi password pada prompt password:
Bila melihat prompt pagar seperti ini
[root@localhost root] #

Instalasi RedHat

Sejak Versi 6.2, RedHat sudah mulai menggunakan modus grafis untuk instalasinya. Langkah instalasi yang disampaikan berikut, mempergunakan modus teks. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa dengan penguasaan modus teks akan memudahkan Anda saat menjalankan proses dengan modus grafis. Selain itu, untuk menjalankan administrasi server, perintah modus teks akan menjembatani semua distribusi.
Langkah instalasi RedHat :
  1. Jika Anda berada dalam lingkungan Windows, restart Computer ke dalam DOS mode, dan lanjutkan ke langkah3.
  2. Jika Anda telah menggunakan Linux sebelumnya, mount CD-ROM RedHat (atau media lain yang berisi sumber file instalasi RedHat), dan buat boot disk.
$ mount /dev/cdrom /cdrom
$ cd /cdrom/images
$ dd if=boot.img of=/dev/fd0 bs=1440k
Boot komputer Anda dengan boot disk tersebut, dan lanjutkan ke langkah 4.
  1. Jika Anda berada di DOS mode, jalankan program autoboot yang berada di CD-ROM direktori Dosutils. Autoboot ini adalah file batch yang memanggil Loadlin untuk menjalankan kernel boot.
C:\> d: (di mana d adalah direktori CD-ROM )
D:\> cd dosutils
D:\dosutils> autoboot
Selain boot lewat CD-ROM, alternatif lainnya adalah lewat boot disket. Cara membuat boot disket lewat DOS :
C:\> d:
D:\> cd\dosutils
D:\dosutils> rawrite
Enter disk image source file name: ..\images\boot.img
Enter target diskette drive: a:
Please insert a formatted diskette into drive A: and press -ENTER- : Enter
D:\dosutils>
  1. Setelah kernel dijalankan, init akan berjalan di level 4 untuk instalasi modus grafis. Jika Anda menginginkan modus teks, dapat ditambahkan boot=text setelah boot dengan disket dan akan memulai instalasi.
  2. Layar pertama yang muncul adalah Language Selection. PilihEnglish.
  3. Selanjutnya Keyboad Configuration. Masukkan parameter berdasarkan keyboard Anda, atau biarkan kosong.
  4. Lalu akan beralih ke Mouse Configuration. Tentukan jenis Mouse dan port yang dipergunakan. Misalnya tipe mouse 2 button mouse (serial), Port & Device : ttyS0 atau /dev/ttyS0 (Com 1 under DOS)
  5. Berikutnya akan masuk layar RedHat 6.2 System Installer. Pilihan model instalasi :
    • GNOME Workstation Sebagai workstation dengan Window Manager GNOME
    • KDE Workstation Sebagai workstation dengan Window Manager KDE
    • Server
    • Custom
Yang membedakan masing-masing pilihan tersebut adalah paket-paket program yang disertakan. RedHat telah memberikan pilihan aplikasi dengan standar yang memadai, baik sebagai workstation maupun server. Untuk fleksibilitas penuh dalam instalasi, dapat memilih custom.
Selain instal program penuh, pada bagian ini juga ditawarkan upgrade sistem. Jika anda sebelumnya telah menjalankan RedHat dan ingin mempertahankan konfigurasi yang telah dibuat, anda bisa pilih upgrade. Perlu diingat bahwa back up merupakan keharusan untuk anda yang memiliki data penting. Pada layar ini juga ada pilihan untuk menggunakan fdisk (use fdisk) untuk partisi. Jika Anda telah membaca partisi program lewat fdisk pada instalasi Slackware, Anda dapat memanfaatkannya disini.
  1. Selanjutnya tentang partisi, RedHat menawarkan automatic partition dan manually partition. Pilihan Automatic Partition akan membuat data-data yang ada menjadi hilang, karena RedHat mempartisi ulang semuanya dengan model standar. Pilih manually partition.
  2. Diasumsikan Anda tidak menggunakan program fdisk, maka RedHat akan menjalankan program diskdruid. Layar partisi dengan diskdruid menampilkan jumlah partisi yang ada, sisa spasi yang masih ada, serta ringkasan informasi hardisk. Menu yang ada untuk partisi adalah :
    • add; untuk menambah partisi
    • edit; untuk mengedit partisi yang telah dibuat
    • delete; menghapus partisi tertentu
    • reset; menghapus seluruh partisi
  3. Pilih add untuk menambah partisi. Misalnya :
Add - Mount Point : /
Grow to fill disk :
aktifkan jika anda ingin partisi ini memanfaatkan sisa spasi yang belum dipergunakan. Biasanya diaktifkan untuk swap.
Partition type : Linux Native
Size : 850 (membuat partisi sebesar 850 Megabyte)
Add - Mount Point : (biarkan kosong)
Grow to fill disk : aktifkan
Partition type : Linux Swap
Size : 150 (membuat partisi memory swap sebesar 150 Megabyte)
  1. Selesai dengan partisi, dilanjutkan dengan format partisi swap yang telah dibuat, dan mengaktifkannya untuk membantu memory dalam proses instalasi.
  2. Choose partitions to format; Pilih partisi yang telah dibuat untuk diformat. Jika anda menentukan mount point lebih dari satu (misalnya: /, /usr, dan /home) di mana partisi /home sudah berisi data, maka anda dapat memilih partisi/ dan /usr saja yang diformat.
  3. Selanjutnya adalah instalasi LILO (Linux Loader). Pilihannya adalah :
1. Master Boot Record (MBR)
Intal LILO di Master Boot Record, sehingga bisa langsung boot ke Linux pada saat komputer dinyalakan. Perlu diingat, jika anda melindungi MBR dengan virus protection lewat BIOS, maka akan muncul peringatan tentang virus yang mencoba menulis di MBR. Abaikan peringatan ini, atau virus protection-nya dinon-aktifkan sementara. Hal ini terjadi karena BIOS akan menganggap semua usaha untuk menulis di MBR sebagai virus.
2. First Sector of Boot partition
Instal LILO pada sektor pertama partisi root. Anda dapat menjalankan Linux Loadlin, atau boot loader lainnya seperti Boot Loader Windows NT, atau System Commander. Aktifkan create boot disk, jika anda ingin membuat disket boot. Perlu diperhatikan, jika anda memilih tipe instalasi Workstation, pilihan di atas tidak diberikan, dan RedHat secara otomatis menginstal LILO ke dalam MBR. Jika anda memilih Workstation, silakan lanjut ke langkah 16.
  1. Selanjutnya adalah konfigurasi jaringan (Network Configuration). Pada divais eth0 (baca: kartu jaringan pertama), tersedia pilihan :
    • Configure using DHCP; memanfaatkan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) atau
      penomoran IP terhadap host secara dinamis. Biarkan kosong kecuali anda terhubung ke DHCP server.
    • Activate on boot; kartu jaringan akan diaktifkan saat booting.
    • IP Address ; misalnya 192.168.100.1
    • Netmask; misalnya 255.255.255.0
    • Network; biarkan kosong, atau misalnya 192.168.100.254
    • Broadcast; biarkan kosong, atau misalnya 192.168.100.255
    • Hostname; misalnya spawn.heaven.id
    • Gateway; biarkan kosong, atau misalnya 192.168.100.1. Gambaran tentang implementasi gateway bisa anda baca nanti di Bab III Konfigurasi Sistem sub bab IP Masquerade.
    • Primary DNS; isikan Name Server dari ISP anda, atau biarkan kosong dulu.
  1. Berikutnya konfigurasi Time Zone, dan user. Isikan password root, dan jika perlu tambahkan beberapa user untuk meminimalkan penggunaan account root. User ini dapat dipergunakan untuk login saat booting pertama kali ke RedHat.
  2. Authentication Configuration, pilih MD5 Password dan Shadow Password. MD5 password memungkinkan pemberian password hingga 256 karakter. Sedangkan shadow adalah metode penyimpanan password dari file password (/etc/passwd) ke dalam file lain (/etc/shadow) yang hanya bisa dibaca oleh root. Lebih lanjut baca Bab VII tentang keamanan jaringan.
  3. Selanjutnya adalah pemilihan paket program. Pilih paket program yang diperlukan. Untuk pemilihan masing masing program (Bukan berdasarkan paket), klik Select Individual Packages.
  4. Configuration; mengkonfigurasikan X Window untuk aplikasi grafis. Dimulai dengan pemilihan server berdasarkan kartu VGA yang ada. Misalnya S3 3D Trio, dengan jumlah memory 8 Megabyte (8192k). Aktifkan Use Graphical Login jika nanti menginginkan langsung masuk ke modus grafis (init 5) saat booting. Skip X Configuration, jika Anda tidak membutuhkan tampilan grafis, atau anda dapat konfigurasikan X belakangan.
  5. Setelah ini proses instalasi dilakukan. Ujicoba pada buku ini memakan waktu kurang lebih 10 menit. 21. Selesai instalasi, proses dilanjutkan dengan membuat bootdisk. Siapkan floppy jika anda menginginkannya, atau skip create boot disk jika anda tidak menginginkan pembuatan boot disk.
  6. Instalasi selesai. Booting komputer, dan masuk ke dalam prompt Linux RedHat. Jangan lupa untuk memasukkan boot disk jika anda instal LILO di sektor pertama partisi root.

Cara Instalasi Linux Debian 5.0

Unknown | 9:28:00 PM | 0 komentar
Langsung saja ke TKP di Muhammad A. K. A aja sob..

� Mensetting booting komputer pada BIOS. Pastikan booting pertama adalah CD/DVD.
Pastikan CD-ROM Drive pada posisi teratas karena kita akan booting lewat CD ROM dan melakukan instalasi menggunakan CD/DVD. Apabila kita melakukan instalasi lewat Jaringan, maka Network Boot from AMD Am79C970A berada pada posisi teratas.
clip_image002
Tekan enter pada Exit Saving Changes

untuk menyimpan konfigurasi yang sudah dilakukan dan keluar dari BIOS. Pada pilihan konfirmasi pilih Yes.
clip_image004

� Memilih mode instalasi. Mode instalasi ada beberapa macam :
  • Tekan Enter pada Install untuk instalasi mode text
  • Tekan Enter pada Graphical install untuk instalasi mode GUI / mode Grafik
  • Tekan Enter pada Advanced options untuk melihat pilihan lain
  • Tekan Enter pada Help untuk melihat petunjuk yang ada.
Tekan Enter pada Install karena kita akan menginstal debian dengan mode text.
clip_image006

�Tekan enter pada English � English karena kita akan menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa bahasa default dari system debian.

Memilih bahasa yang akan digunakan. Bahasa default yang digunakan adalah English.
clip_image008

� Memilih negara yang Anda tempati.
Tekan enter pada other untuk mencari negara indonesia.
clip_image010

Tekan enter pada Asia untuk mencari negara indonesia.
clip_image012

Tekan enter pada Indonesia karena kita memilih negara ini untuk setting lokasi yang kita tempati sekarang.
clip_image014

�Tekan enter pada American English sesuai dengan default dari keyboard layout yang kita gunakan.

Memilih layout keyboard yang akan digunakan. Secara default layout keyboard adalah American English.
clip_image016

� Proses pendeteksian hardware yang terpasang pada komputer.



clip_image018
 
� Proses scanning CD/ DVD yang digunakan untuk melakukan proses instalasi.
clip_image020

� Proses Loading komponen linux.
clip_image022

� Proses konfigurasi jaringan dengan DHCP (Dynamic Host Control Protocol) atau Pendistribusian IP Address secara otomatis.
Apabila menggunakan DHCP dari sebuah server yang tersedia, maka tunggu proses sampai 100%. Karena kita akan mengkonfigurasi Network secara manual, maka tekan enter pada Cancel.
clip_image024

� Proses konfigurasi jaringan dengan DHCP gagal, hal ini disebabkan tidak ditemukan server yang mendistribusikan DHCP ataupun tidak ada perangkat jaringan yang terpasang. Namun tidak mengganggu proses instalasi yang sedang dilaksanakan.
Tekan enter pada Continue untuk melanjutkan proses instalasi.
clip_image026

� Memilih cara mengkonfigurasi jaringan. Pilihan yang pertama dan yang kedua digunakan untuk mengkonfigurasi jaringan menggunakan DHCP. Pilihan yang ketiga digunakan untuk mengkonfigurasi jaringan di dalam proses instalasi. Pilihan yang keempat digunakan untuk mengkonfigurasi jaringan setelah proses instalasi selesai.
Tekan enter pada Configure network manually karena kita akan mengkonfigurasi Network secara manual dengan IP Address, Netmask, Gateway, DNS yang sudah kita tentukan sendiri.
clip_image028

� Mengkonfigurasi IP Address di dalam proses instalasi.
Masukkan IP Address yang sudah ditentukan sebelumnya. Contoh menggunakan IP Address 192.168.0.5. Tekan enter untuk melanjutkan instalasi.
clip_image030

� Mengkonfigurasi Netmask di dalam proses instalasi instalasi.
Masukkan Netmask yang sudah ditentukan sebelumnya. Contoh menggunakan Netmask 255.255.255.0. Tekan enter untuk melanjutkan instalasi.
clip_image032

� Mengkonfigurasi Gateway di dalam proses instalasi.
Masukkan Gateway yang sudah ditentukan sebelumnya. Contoh menggunakan Gateway 192.168.0.1. Tekan enter untuk melanjutkan instalasi.
clip_image034

� Mengkonfigurasi Alamat Name Server atau Nomor DNS Server di dalam proses instalasi.
Masukkan Name server addresses yang sudah ditentukan sebelumnya. Contoh menggunakan IP Address 192.168.0.5 karena nantinya komputer ini dijadikan server DNS. Tekan enter untuk melanjutkan instalasi.
clip_image036

� Mengkonfigurasi Hostname di dalam proses instalasi.
Masukkan Hostname atau nama komputer. Contoh : server-debian. Tekan enter untuk melanjutkan instalasi.
clip_image038

� Mengkonfigurasi Nama Domain di dalam proses instalasi.
Masukkan Domain name atau nama domain. Contoh : linuxdebian.or.id. Tekan enter untuk melanjutkan instalasi.
clip_image040

� Mengkonfigurasi zona waktu pada kota yang Anda tempati.
Tekan enter pada Jakarta karena kita terletak di Pasuruan Jawa Timur yang merupakan WIB dengan Jakarta sebagai Kota Acuannya.
clip_image042

� Proses pendeteksian Disk dan hardware yang lain.
clip_image044

� Proses persiapan partisi harddisk.
clip_image046

� Memilih cara partisi harddisk. Pilihan pertama, partisi dilakukan secara otomatis dengan menghapus semua partisi yang ada di harddisk dan menggunakan semua kapasitas harddisk yang ada untuk partisi linux debian. Pilihan kedua, partisi dilakukan secara otomatis dengan menghapus semua partisi yang ada di harddisk dan menggunakan semua kapasitas harddisk yang ada untuk partisi linux debian dan di set LVM. Pilihan ketiga, partisi dilakukan secara otomatis dengan menghapus semua partisi yang ada di harddisk dan menggunakan semua partisi yang ada untuk partisi linux debian dan di set enctypted LVM. Pilihan keempat, partisi dilakukan secara manual sesuai yang dibutuhkan dan menyesuaikan harddisk yang ada.
Tekan enter pada Manual karena kita akan mempartisi harddisk secara manual. Pilihan ini sangat cocok apabila harddisk kita sudah terisi data lain (misal terdapat sistem operasi windows yang sudah ada sebelumnya) agar data tersebut tidak terhapus karena nantinya kita akan membuat partisi baru yang difungsikan untuk menyimpan linux yang kita install sekarang.
clip_image048

� Membuat partisi pada space/bagian harddisk yang kosong.
Tekan enter pada label FREE SPACE untuk membuat partisi baru. Partisi diatas masih kosong karena harddisk masih baru dan sementara hanya akan terisi linux yang sekarang kita install. Tampilan diatas bisa tidak sama tergantung harddisk yang anda gunakan apakah masih kosong ataupun sudah berisi data. Namun anda tidak perlu bingung, anda tinggal mencari label FREE SPACE untuk membuat partisi baru.
clip_image050

� Membuat partisi secara otomatis pada space/bagian harddisk yang kosong.
Tekan Enter pada Create a new partition untuk membuat partisi baru. Pilihan Automatically partition the free space digunakan untuk membuat partisi secara otomatis yang dilakukan oleh komputer sesuai dengan free space yang sudah ada pada tammpilan sebelumnya. Apabila anda pengguna linux yang masih baru disarankan memilih Automatically partition the free space.
clip_image052

Apabila anda memilih Automatically partition the free space maka yang akan muncul adalah tampilan sebagai berikut :
Pilihan pertama apabila kita hanya membuat 2 partisi saja yaitu root dan swap. Pilihan kedua apabila kita membuat 3 partisi yaitu root, swap dan home. Pilihan ketiga apabila kita membuat 6 partisi yaitu root, swap, home, usr, var dan tmp. Partisi minimal dari linux adalah root dan swap.

clip_image054

Tampilan proses pembuatan partisi secara otomatis yang dilakukan oleh komputer.
clip_image056
Tekan enter pada Finish partitioning and write changes to disk untuk mengakhiri proses partisi dan partisi siap untuk di format.
clip_image058
Tekan enter pada yes untuk memformat partisi yang sudah dibuat sebelumnya.
clip_image060

� Karena kita memilih membuat partisi secara manual, maka tampilan selanjutnya adalah menentukan besar kapasitas yang digunakan untuk partisi.
Anda tentukan berapa kapasitas yang digunakan untuk partisi root. Contoh 7 GB untuk partisi root. Tekan enter untuk melanjutkan instalasi
clip_image062
Tekan enter pada Primary untuk mengeset partisi sebagai Primary Partisi.
clip_image064
Tekan enter pada Beginning untuk melanjutkan proses instalasi.
clip_image066

Pastikan pada bagian Mount point adalah /. Tekan enter pada Done setting up the partition untuk melanjutkan instalasi.
clip_image068

Tekan enter pada FREE SPACE karena kita akan membuat partisi kedua yaitu swap.
clip_image070
Tekan enter pada Create a new partition untuk membuat partisi baru (dalam hal ini partisi swap).
clip_image071

Kapasitas dari partisi swap adalah 2 kali dari memory fisik (RAM) yang anda gunakan. Anda tentukan berapa kapasitas yang digunakan untuk partisi swap. Contoh 1.6 GB untuk partisi swap karena memory yang digunakan adalah 768. Tekan enter untuk melanjutkan instalasi
clip_image073

Tekan enter pada Primary untuk mengeset partisi sebagai Primary Partisi.
clip_image074

Pastikan pada bagian Use as adalah swap area karena kita sedang membuat partisi swap. Tekan enter pada Done setting up the partition untuk melanjutkan proses instalasi.
clip_image076

Partisi sudah selesai dibuat. Tekan enter pada Finish partitioning and write changes to disk untuk mengakhiri proses partisi dan partisi siap untuk di format.
clip_image078

Tekan enter pada yes untuk memformat partisi yang sudah dilakukan sebelumnya.
clip_image080

� Proses format partisi yang sudah dibuat sebelumnya.
clip_image082

� Proses instalasi base system.
clip_image084

�Masukkan password untuk root. Tekan enter untuk melanjutkan instalasi.
Mensetting password untuk Root.
clip_image086

Masukkan sekali lagi password yang sudah anda masukkan pada tampilan sebelumnya. Tekan enter untuk melanjutkan instalasi.
clip_image088

�Masukkan nama untuk user baru. Tekan enter untuk melanjutkan proses instalasi.
Mensetting nama user, username untuk account dan Password dari user tersebut.
clip_image090

Masukkan nama user baru. Tekan enter untuk melanjutkan proses instalasi.
clip_image092

Masukkan password untuk user baru. Tekan enter untuk melanjutkan proses instalasi.
clip_image094

Masukkan password sekali lagi untuk user baru yang sudah dimasukkan pada tampilan sebelumnya. Tekan enter untuk melanjutkan proses instalasi.
clip_image096

� Proses konfigurasi apt.
clip_image098

� Tampilan konfirmasi apakah anda menscan CD/DVD selain CD/DVD 1 sekarang (pada waktu proses instalasi) dengan memilih Yes atau menscan nanti setelah proses instalasi selesai dengan memilih No.
Tekan enter pada pilihan No karena kita akan menscan CD/DVD nanti setelah proses instalasi selesai. Proses scanning CD/DVD ketika proses instalasi akan membuang waktu yang tidak sedikit.
clip_image100

�Tekan enter pada No karena kita menggunakan media CD/DVD untuk melakukan instalasi ataupun update paket nantinya.
Memilih apakah menggunakan mirror atau tidak. Mirror ini nantinya digunakan untuk menginstall ataupun mengupdate paket yang dibutuhkan melalui server yang sudah disediakan ataupun melalui internet.
clip_image102

� Proses pemilihan dan penginstallan software/paket.
clip_image104

� Memilih apakah partisipasi pada paket yang digunakan untuk survey.
Tekan enter pada No untuk melanjutkan proses instalasi.
clip_image106

� Memilih software atau paket yang akan diinstall.
Hapus tanda centang pada Desktop environment karena komputer ini nantinya akan difungsikan sebagai server yang lebih mementingkan kemampuan daripada graphic. Beri tanda centang hanya pada Standard system. Tekan enter untuk melanjutkan proses instalasi.
clip_image108

� Proses instalasi GRUB bool loader.
clip_image110

Tekan enter pada yes karena kita akan menginstall GRUB boot loader pada master boot record.
clip_image112

� Proses finishing instalasi.





clip_image114

� Tampilan Instalasi selesai.
Tekan enter pada Continue untuk mengakhiri proses instalasi linux debian 5.0.
clip_image116

� Setelah proses instalasi selesai, komputer akan melakukan restart dan akan muncul tampilan boot loader. Tekan enter pada Debian GNU/Linux, kernel 2.6.26-1-686 untuk masuk ke sistem operasi debian 5.0 yang baru saja selesai kita install.
Komputer siap melakukan restart
clip_image118

Tekan enter untuk masuk ke sistem operasi debian 5.0 yang baru saja selesai kita install.
clip_image120

Proses deteksi hardware yang terpasang pada komputer serta mengaktifkan service-service yang ada pada linux.
clip_image122

Setelah proses deteksi hardware dan pengaktifan service selesai. Login menggunakan user yang sudah anda buat pada waktu instalasi.
clip_image124

Tampilan setelah proses login berhasil. Linux siap untuk digunakan dan siap untuk dieksplorasi.
clip_image126
 
Support : Creating Website | JohnyTemplate | Mas Template
Copyright © 2011. Muhammad A. K. A - All Rights Reserved